Ibarat mata uang, sinar matahari memiliki dua sisi yang gak bisa di pisahkan. Selain bisa jadi sahabat, sinar matahari bisa jadi musuh kita. Tentunya gak mau kan kulit kita rusak gara-gara sinar UV? Sunblock atau tabir surya bisa jadi solusinya. Tapi sebelum membeli dan memakainya, kita mesti tahu kalau lotion atau krim pelindung kulit ini ada dua jenis, sunblock fisik dan kimia.
Sunblock fisik mengandung titanium dioksida sehingga aman di pakai siapapun, termasuk anak-anak. Sifatnya seperti topeng yang dapat memantulkan sinar matahari. Kita mesti mengoleskannya tebal-tebal. Tapi jangan khawatir penampilan terganggu, sekarang sudah ada sunblock kimia. Cukup dengan olesan tipis di wajah atau tubuh, sunblock ini sudah efektif untuk menangkal sinar matahari. Tapi lebih baik disarankan setengah jam sebelum beraktivitas di bawah sinar matahari, soalnya tabir surya tersebut perlu waktu untuk menciptakan suatu pertahanan terhadap sinar matahari. Ada beberapa pertimbangan saat memilih sunblock nih, kadar SPF dan wujud sunblock mesti sesuai dengan kondisi kita.
- Aktivitas : Jika kita menghabiskan sebagian besar waktu didalam kantor, maka cukup gunakan sunblock dengan SPF 15. SPF 15 efektif menahan sinar UV selama 1,5-2 jam. Bila profesi kita mengharuskan kita terjun kelapangan sepanjang hari, gunakan sunblock dengan SPF 30-40 yang bisa tahan antara 5-6 jam.
- Warna kulit : Semakin putih warna kulit seseorang, semakin tinggi SPF yang di perlukan. Soalnya nih, kulit orang yang berwarna putih lebih mudah terbakar sinar matahari di bandingkan yang berkulit gelap. Eh jangan asal oleskan sunblock berkadar SPF tinggi karena bisa membuat kulit kita iritasi.
- Penyakit : Ada penyakit-penyakit tertentu yang rentan sinar matahari. Penderita penyakit lupus misalnya, kudu menggunakan sunblock dengan SPF tinggi. Bagi seseorang yang kulitnya mudah timbul melasma atau vlek saat terkena matahari disarankan mengoleskan sunblock dengan SPF tinggi meski dalam ruangan.
- Jenis kulit : Wujud sunblock juga jadi pertimbangan penting saat memilih tabir surya. Saat ini berbagai bentuk sunblock beredar di pasaran, seperti krim, lotion atau gel. Dibandingkan lotion atau gel, krim lebih efektif melindungi kulit dari sinar UV. Kulit berminyak paling tepat pakai sunblock dalam bentuk lotion atau gel yang lebih banyak mengandung air. Jadi pori-pori nggak terhambat dan nggak timbul komedo. Sementara untuk kulit normal atau kering, sunblock bentuk krim adalah pilihan tepat. Sunblock krim dengan SPF tinggi hanya boleh digunakan saat kulit benar-benar butuh perlindungan, terutama untuk kulit berminyak. Kondisi kulit bisa makin berminyak dan berjerawat jika menggunakan krim terus menerus.
Sumber :CC









Thx for d info yah…
Comment by funny humor — November 30, 2008 @ 10:22 am
klo pake krim spf20 punya nivea, waktu di rumah aja setelah cuci muka atau cuma pake milk cleanser and toner bolah gak? tapi gak beraktifitas diluar, apa ada damapk negatifnya.
seperti yang pernah saya dengar, Spf tinggi dapat mengikis kulit malah.
terimaksih sebelumnya,
leave me a message through email ^^
Comment by Adinda — June 11, 2009 @ 6:01 pm
nmQ Idham. Q cew’16th. aktifts skul q sll menntQ berd Dilapngan. Sdngn Q lumyn sring renang. kulitQ jd lbih hitan n kusam. kira2, hal terbaik yg bs Q lakukn apa?? gmn cara melndngi kulit q??
thank’s be4.
Comment by idham sayekti — July 19, 2009 @ 9:42 am