Kamu merasakan ketidaknyaman ketika melihat si dia berfoto berdua dengan wanita yang mungkin kamu tau wanita itu temannya. Atau kamu merasa marah saat wanita mu sedang tertawa mesra dengan teman pria nya???? dan kamu melihat dari kejauhan dengan rasa yg benar2 tidak nyaman Hmmmm….cemburu ni yeeeeeeeeeeeee….

Dalam situasi tertentu, merasa cemburu merupakan hal yang wajar dalam hubungan cinta. Namun, apakah semua kecemburuan kamu masih berada dalam batas-batas normal? Dalam batas normal, kecemburuan akan menambah keintiman dan kemesraan dengan pasangan kamu. Namun jika terlalu berlebihan, kecemburuan justru akan menghancurkan hubungan percintaan kamu.

Dari mana datangnya cemburu?

Kecemburuan merupakan reaksi yang sangat kompleks. Namun ada dua hal yang paling dominan menciptakan kecemburuan: rasa takut dan ketidakpercayaan. Saat menjalin hubungan, rasa takut – baik yang terjadi karena ancaman nyata maupun hanya karena khayalan semata – seringkali datang. Saat hubungan berjalan dengan baik, kamu bisa saja takut pasangan tiba-tiba berhenti menyayangi, takut pasangan jatuh cinta pada orang lain, takut ditinggalkan, takut pasangan tak lagi menghormati kamu atau ketakutan-ketakutan lainnya.

Jika memiliki rasa percaya diri yang kuat, seseorang akan semakin mudah mengendalikan rasa takut semacam ini. Karena itu, semakin tidak percaya diri, seseorang akan semakin mudah cemburu pada pasangannya.

Kepercayaan merupakan hal yang mutlak harus ada dalam hubungan yang sehat. kamu bisa saja memiliki semua kecocokan dengan pasangan kamu: pekerjaan yang sama, cita-cita hidup yang sama, mimpi-mimpi yang sama, latar belakang keluarga yang sangat mirip atau gairah seks yang seimbang. Namun tanpa adanya kepercayaan terhadap pasangan, kamu akan terus-menerus dihantui oleh rasa cemburu yang berlebihan.

Ketidakpercayaan akan membuat kamu menerapkan “asas praduga bersalah” pada pasangan. Jadi, pasangan kamu akan selalu salah di mata kamu , kecuali jika dia bisa membuktikan dirinya tidak bersalah. Kepercayaan yang sehat pada pasangan adalah yang menggunakan “asas praduga tidak bersalah”. Pasangan kamu tidak bersalah apapun di mata kamu, kecuali jika terbukti sebaliknya. Kepercayaan juga tidak berarti tutup mata dan tutup telinga, kan?

Cemburu Itu Perlu

Seseorang sesekali akan merasa cemburu. Jika kamu merasa ada pihak ketiga yang menggoda pasangan yang sangat kamu cintai dan potensial merebutnya dari sisi kamu, wajar saja untuk merasa cemburu. Namun kadang cemburu datang dengan tidak tepat atau kamu mencemburui orang yang tidak perlu dicemburui, sehingga membuat pasangan kamu merasa tidak nyaman.

Rasa cemburu yang tepat justru akan membuat kamu semakin dekat dan mesra dengan pasangan. Dalam situasi lain, cemburu bisa jadi peringatan untuk kamu. Tidak jarang rasa cemburu yang kamu rasakan memang beralasan dan pasangan kamumemang sedang jatuh cinta pada orang lain. Hei, hubungan dan pasangan yang baik tidak bisa didapatkan setiap saat, kan? Jika pasangan kamumemang layak, perjuangkanlah sepenuh hati kamu. Namun ingat, kecemburuan berlebihan justru akan membuatnya lari tunggang-langgang.

Jangan Posesif


kamu tahu bedanya cemburu yang normal dengan yang tidak normal? Orang-orang posesif yang memiliki rasa cemburu berlebihan selalu dihantui pikirannya sendiri bahwa pasangannya akan berselingkuh. kamu bisa saja memacari atau menikahi seorang lelaki yang dikenal sangat alim. Namun jika posesif dan cemburu berlebihan, kamuakan berpikir kalau pasangan kamuitu akan bercinta dengan seseorang yang ditemuinya sepulang dari pengajian.

Orang yang posesif dan pencemburu selalu melihat dengan kacamata berlensa bias. Seluruh dunia selalu dilihat sebagai ancaman pada hubungan cintanya. Orang semacam ini perlu memperbaiki rasa percaya diri dan penghargaan bagi dirinya sendiri. Jika kamumemiliki rasa percaya diri yang kuat, kamu akan berpikir pasangan kamutidak perlu orang lain, selama dia memiliki kamu.

Pasangan Anda berselingkuh dan mau meninggalkan kamu? Hei, pasangan Anda yang rugi, bukan kamu!