Kenapa saya lebih cepat lupa??
Soal lupa, sulit konsentrasi atau kebingungan arah, bisa merupakan kejadian wajar atau gejala awal kepikunan, terutama bila intensitasnya kerap terjadi. Kepikunan memang berkait erat dengan penurunan kemampuan fungsi otak yang pasti terjadi seiring proses penuaan. Meski demikian, tua tak mesti berarti pikun kok.
Sebagaimana organ tubuh lain, otak manusia juga mengalami penurunan fungsi seiring bertambahnya umur. Penurunan fungsi otak, yang berakibat pada gangguan daya ingat atau intelegensia ini disebut dimensia atau pikun. Jadi, pikun sebenarnya kondisi wajar untuk mereka yang sudah memasuki usia tua, meski, ada juga kepikunan yang terjadi karena penyakit yang merusak jaringan otak seperti Alzheimer.
Kepikunan bisa menggejala secara ringan saja seperti lupa dimana meletakkan barang. Namun, pada tingkat parah, penderita demensia bisa tidak dapat mengenali dirinya, keluarga, dan lingkungannya sehingga menjadi sangat tergantung pada orang lain. Ini biasanya terjadi pada mereka yang mengalami kepikunan karena penyakit, baik penyakit Alzheimer atau penyakit aterosklerosis (sumbatan) pada pembuluh darah.
Stimulasi otak sampai tua
Seperti mesin, semakin sering digunakan,organ tubuh kita akan cepat aus. Namun, hal yang berbeda berlaku pada otak. Semakin tua seseorang, otaknya memang akan mengalami berbagai perubahan struktur maupun kimiawi yang khas, sehingga fungsi maksimalnya menurun, tetapi tingkat "keausan" otak justru bisa diperlambat bila otak semakin banyak dan sering digunakan. Begitu pula penerapan pola hidup-cukup olahraga dan gizi imbang serta jauh dari rokok, alkohol dan zat-zat terlarang-akan turut membantu memaksimalkan fungsi otak untuk waktu yang lebih lama.
Jadi, terus belajar dan banyak melakukan aktivitas yang bermanfaat, merupakan kunci stimulasi terhadap otak, karena dari stimulasi inilah sel-sel syaraf otak terus dirangsang untuk hidup, aktif dan berkembang. Dengan terus menstimuli otak, kemungkinan terjadinya sumbatan, lesi (luka), bahkan luruhnya sel-sel otak (yang biasa terjadi pada sel-sel yang lama tidak digunakan) bisa di minimalisasi.
Fungsi otak dapat dirinci dan dipilah-pilah.Fungsi otak belahan kiri berpusat pada urusan kemampuan baca-hitung-tulis yang logis analitis. Sementara otak belahan kanan berperan pada urusan pemantauan dan perlindungan diri terhadap lingkungan,sosialisasi, spiritual, musik, kesenian, peribahasa, dan emosi.
Aktivitas dua belahan otak ini dikoordinasi secara fisiologis melalui serabut saraf (korpus kalosum) yg brfungsi menjadi jembatan komunikasi antara kedua belahan otak.
Jembatan ini memungkinkan orang menggunakan kedua belahan otak secara bergantian maupun komplementer. Dan semakin banyak aktivitas yang merangsang sel-sel syaraf otak kiri dan kanan, juga merangsang "hidupnya" jembatan saraf, akan membuat penggunaan otak secara keseluruhan menjadi semakin maksimal dan kepikunan pun dapat diperlambat.
Hanya 20 persen sepanjang hidup
sepanjang umur, umumnya manusia hanya menggunakan tak lebih dari 20 persen kemampuan otaknya. Sebanyak 80 persen lagi, hilang dan luruh seiring tak termanfaatkannya sel-sel otak sejak masa balita. Namun, dalam memanfaatkan yg 20 persen ini pun tak banyak orang yg bisa mencapai taraf maksimal, terbukti dari terdapatnya jutaan orang yg mengalami kepikunan di dunia. Untuk kasus indonesia, hingga saat ini diketahui ada sekita 15 juta jiwa penduduk usia manula dan 15 persen diantaranya mengalami kepikunan.
Umumnya, fungsi otak belahan kanan memang lebih cepat menurun. Daya ingat visual yang menurun, membuat orangtua mudah lupa wajah orang, sulit berkonsentrasi dan cepat beralih perhatian. Selain itu, juga terjadi kelambanan pada tugas motorik sederhana seperti berjalan, berlari, membuka dan menutup tangan dan banyak lagi.
Stimulasi untuk meningkatkan kemampuan otak belahan kanan perlu diberikan porsi yang memadai, berupa latihan atau permainan yang prosedurnya membutuhkan konsentrasi atau memori visual termasuk melakukan aktivitas seperti banyak bergaul, bersilaturahmi, aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial dan lain-lain.
Sementara fungsi otak kiri bisa dimaksimalkan dgn melakukan aktivitas-aktivitas rutin secara kontinyu, seperti membaca Alquran, menulis buku harian, membaca buku, bhkan sekedar melakukan kegiatan2 rutin rumah tangga seperti memasak, membetulkan pagar, dan banyak lagi.
Semua stimuli otak ini dapat kita rangkum dalam sebuah kata kunci pencegah kepikunan, yaitu use it or lose it! Dan menjadi jelaslah bagi kita salah satu sisi penting dari ajaran Rasulullah saw ketika memerintahkan kita untuk terus belajar semenjak dari buaian hingga ke liang lahat. Selain membuat umat lebih cerdas, juga bisa mencegah kepikunan.
Dengan demikian, setidaknya ada tiga jalan yg bisa dilakukan sejak usia muda, untuk memperlambat atau mencegah datangnya pikun. Pertama, ingat prinsip "belajar selama hayat dikandung badan". Artinya, jangan pernah berhenti belajar. Terus menstimulasi otak dengan perbanyak makan buah dan minum vitamin. Rajin olahraga dan hidup sehat.
sumber: berbagai sumber









mampir mbak..
sata juga cepat lupa. bahkan saya pikir hanya saya manusia di dunia ini yang cepat sekali lupa.hehehe
makasih atas infonya mbak, sekalian deh dicoba..jangan melulu minum obat terus
Comment by henny — June 13, 2009 @ 7:27 pm
eh..tadi udah kirim komen, masuk nggak ya?
Comment by henny — June 13, 2009 @ 7:28 pm